• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

    Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

     

     

    @rochma_yulika

    Mendidik anak seperti mengukir di atas kayu. Kita sebagai orang tua ingin membentuk mereka menjadi indah, unik, punya kekhasan dan bentukannya agar tidak akan lekang ditelan masa. Penuh kehati-hatian serta ketelitian ketika ingin memahat sehingga menjadi ukiran yang mempesona.

    Mulai dari mana kita mendidik anak kita. Islam mengajarkan bahwa pendidikan pada anak sejak ia berada dalam kandungan. Karena fase sebelum lahir merupakan sebuah fase awal pertumbuhan dan perkembangan janin. Dimulai dari diketahuinya kehamilan, saat itu pula seorang calon ibu siap belajar dengan janin yang ada di dalam kandungannya. Masa ini merupakan masa penting dan butuh perhatian serius. 

    Setiap kita pasti ingin mencetak generasi unggul dan berkualitas. Maka semenjak masih janin dalam kandungan sudah mulai belajar. Hal ini karena janin selama masa di kandungan, indera pendengaran dan otak anak mulai berkembang. Mereka mulai merasakan apa yang terjadi di luar kehidupan mereka dari dalam rahim.

    Seorang ibu harus benar cakap dan paham. Supaya tidak terlambat memahami bahwa fase kehamilan itu sudah mulai pembelajaran untuk calon bayi butuh belajar sejak sebelum nikah. Karena semua hal yang ada pada ibu hamil punya pengaruh besar pada bayinya. Juga sekaligus berdampak pada pembentukan karakternya di kemudian hari. 

    Setiap orang tua sangat menginginkan buah hatinya menjadi anak yang cerdas serta juga sholeh dan sholehah juga banyak harapan besar yang dicitakan oleh keduanya. Tak ada orang tua yang berharap anaknya tidak berhasil di kemudian hari. Apalagi ketika dewasa sukses hidupnya dan di akhirat akan meraih kemuliaan. 

    Anak merupakan kebanggaan orang tua. Kehadirannya telah sangat dinantikan. Orang tua akan sangat bahagia bila memiliki anak yang sehat dan cerdas. Maka perlu diupayakan oleh para orang tua sehingga generasi idaman akan terlahir.

    Untuk itu membangun interaksi yang hangat antara orang tua dengan calon bayi yang di kandungnya sudah seharusnya. Kegiatan yang bisa dilakukan oleh orang tua antara lain:

    1. Membiasakan diri  bertilawah Al Qur'an.
    Pembiasaan untuk sering membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an bagi para ibu hamil wajib dilakukan agar sang bayi di dalam kandungan mendengar. Begitu juga dengan sang ayah agar selalu membaca Al-Qur’an di dekat sang ibu, untuk diperdengarkannya kepada calon anaknya di dalam kandungan ibunya.

    Hal ini diharapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran akan masuk ke dalam pendengaran bayi. Sehingga apabila bayi terlahir nanti, maka ia akan menjadi anak yang mencintai ayat-ayat Al-Quran, merasa tergerak untuk akrab dengan Al Qur'an, memiliki keinginan untuk menghafal Al-Quran. Bahkan pada masanya akan punya keinginan yang kuat untuk mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

    Mari kita amati di sekitar kita bagaimana contoh yang telah dilakukan oleh mereka yang ingin anaknya menjadi penyanyi hebat. Maka, sejak di dalam kandungan pun sudah seringkali diperdengarkan nada-nada alunan musik instrumentalia, lagu-lagu jazz atau pop kesukaan orang tuanya. Hingga suara-suara itupun merasuk ke sang janin. Maka, kelak sang anak jika terlahir akan memiliki bakat menjadi penyanyi papan atas.

    Jadi jika berharap anak keturunan kita dekat dengan Al Qur'an maka perdengarkan dan ajak bertilawah setiap harinya. 

    2. Melantunkan doa penuh harap. Doa itu senjatanya orang mukmin. Allah sangat senang dengan orang yang rajin berdoa, tapi sebaliknya Dia akan murka bagi sesiapa yang enggan berdoa bahkan mengatakan yang demikian adalah kesombongan.

    {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ}
     

    “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

    Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Ayat ini memberikan faedah bahwa doa adalah ibadah dan bahwa menginggalkan berdoa kepada Rabb yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan, dan tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini, bagaimana seorang hamba berlaku sombong tidak berdoa kepada Dzat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tidak ada dan pencipta alam semesta seluruhnya, pemberi rezekinya, Yang Menghidupkan, Mematikan, Yang Memberikan ganjarannya dan yang memberikan sangsinya, maka tidak diragukan bahwa kesombongan ini adalah bagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala. (Lihat kitab Tuhfat Adz Dzakirin, karya Asy Syaukani).

    Sebagai manusia usaha sudah seharusnya tapi jangan pernah melupakan kekuatan doa. Karena doa itu senjata orang beriman. Dan sebagai orang tua untuk memiliki anak yang cerdas. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mendapatkan anak yang shalih sejak bayi dalam kandungan adalah dengan banyak berdoa.

    Doa yang dibaca untuk memperoleh anak shalih-shalihat seperti dicontohkan adalah doa Nabi Zakariya untuk sang cabang bayi, yaitu yang  terdapat di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 38:

    رَبِّ هَبۡ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً۬ طَيِّبَةً‌ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

     Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shalih). Sesungguhnya Engkaulah Maha pendengar doa.” (QS Ali Imran [3]: 38).

    Boleh juga dengan doa-doa lain dalam bahasa sendiri, terutama dibacakan setelah shalat fardhu, dengan bersuara agak terdengar juga oleh sang cabang bayi. Misalnya, “Ya Allah, saya harapkan anak saya yang di dalam kandungan ini dapat lahir sehat dan normal, serta memiliki menjadi anak shalih shalihat”.

    Langitlan harapan niscaya harapan kan menjadi kenyataan. 

    3. Menjaga norma dan akhlak mulia pada sesama. Seorang ibu hamil menjaga sikap dan akhlak keseharian sangat penting. Karena akhlak atau karakter orang tua akan melekat pada anak yang di kandungnya. Kemana saja ibu bergerak bayi di perutnya akan merasakan begitu juga ucapan, pilihan kata bahkan emosi diri punya pengaruh. Maka belajar menahan diri dari amarah dan kata yang kurang pantas. Ada ibu yang pemarah sangat mungkin akan lahir anak yang pemarah. Begitu sebaliknya. 

    Bukan hanya ibu tapi ayah diajak bersinergi untuk bisa saling mengontrol emosi sehingga tidak sampai di luar batas norma yang ada. Sehingga ketika bayi lahir kemudian tumbuh dan berkembang akan mudah diarahkan menjadi anak yang memiliki akhlak yang baik. Selain itu kontrol emosi jauh lebih mudah diarahkan. Begitulah, pentingnya pendidikan anak shalih-shalihat yang dimulai dari dalam kandungan.

    4. Belajar bersama tentang kegiatan sehari-hari serta berkomunikasi dengan kata-kata yang baik. Melakukan komunikasi dengan bayi di dalam kandungan dengan kalimat-kalimat yang baik. Diajak bicara dan menyampaikan sesuatu yang dilakukan kepasa janin. Menurut medis, pada pekan ke-25 atau bulan keenam, janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara  bayi yang dikandung mengenali orang-orang terdekatnya, seperti suara ibu dan ayahnya serta keluarga yang lain. Maka mengajak bicara atau seolah menyapa harus dilakukan.

    Untuk itu, maka ajaklah janin untuk berbicara dengan mengelus-elus perut. Misalnya ketika mau shalat, sang ibu berkata dengan penuh kasih sayang, “Ayo adek, Umi mau shalat." Shalat hal yang wajib sehingga ketika sejak dalam kandungan terbiasa makan akan terbiasa juga hingga dewasa.  Atau dalam berkegiatan apa saja alangkah bagusnya disampaikan. 

    Memang terkadang kelihatan seperti orang gila yang bicara sendiri. Seorang ibu apalagi yang langsung berinteraksi dengan bayi tentu banyak kesempatan untuk berkomunikasi. Semisal ketika sedang menyapu, disampaikan saja bahwa ibu sedang menyapu. Karakter yang baik akan diwariskan kepada anak-anak di kemudian hari. Selian itu ada satu contoh lagi misal ada peminta-minta datang. Sang ibu bisa menyampaikan bahwa ada seorang peminta-minta dan kewajiban kita untuk berderma. Serta memberikan penjelasan kepada janin pentingnya berbagi dan bersikap peduli. 

    Reaksi pada bayi akan nampak seperti mengeliat-geliat, bahkan menendang-nendang ke arah perut sang ibu. Dalam oenelitian Rene Van de Carr di Hua Chiew General Hospital, Bangkok, Thailand menyimpulkan, bayi dalam kandungan yang diberi stimulasi yang baik, maka lebih cepat mahir dalam membaca, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, lebih tanggap terhadap nada, dan mampu mengembangkan pola sosial yang lebih baik saat bayi telah dewasa.

    5. Memberikan nutrisi terbaik dan menjaga kondisi psikis. Apa yang kita makan akan juga dimakan oleh janin dalam kandungan seorang ibu. Maka menjaga asupan nutrisi saat kehamilan demi mendapatkan anak yang sehat dan cerdas menjadi perhatian. Sebagai orang tua harus teliti terhadap kandungan yang ada pada makanan yang akan dikonsumsi selama kehamilan. 

    Sebagai ibu harus paham makanan kandungan gizi terbaik yang dikonsumsi sehingga mengantarkan pada pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah lahir. 
    Utamakan jenis makanan yang mengandung protein, vitamin A, B dan C. Mengkonsumsi makanan yang mengandung Omega 3, Asam Folat, DHA, AA, vitamin B1, vitamin B6 dan zat besi juga sangat bagus untuk bayi dalam kandungan anda. Beberapa makanan seperti ikan segar, daging segar akan sangat bermanfaat sebagai nutrisi bayi karena kaya protein. Begitu juga buah-buahan segar yang kaya akan vitamin.

    Perlu juga belajar untuk mengenali zat yang berbahaya bagi tubuh. Dan sebisa mungkin menghindari makanan yang mengandung zat yang mengandung pengawat. Hal ini dapat berpengaruh buruk pada perkembangan otak bayi. Konsumsi makanan sehat dan segar akan jauh lebih baik untuk bayi anda, daripada makanan siap saji.

    Stres saat kehamilan akan berbahaya pada bayi yang ada dalam kandungan. Hal ini sangat tidak baik untuk perkembangan bayi. Juga berdampak pada pertumbuhan seperti kondisi stunting pasca lahir. Maka perlu suasana nyaman dan sebisa mungkin hindari stres demi memiliki bayi yang cerdas. Tingkat stres yang tinggi dapat menurunkan potensi untuk memiliki bayi cerdas. Bukan itu saja, stres bisa menyebabkan resiko hipertansi, kelahiran prematur atau berat badan bayi yang rendah. Istirahat cukup, rajin olahraga dan mengatur pola makan akan membantu ibu hamil meminimalisir stres.

    Begitulah, pentingnya pendidikan anak shalih-shalihat yang dimulai dari dalam kandungan.

    Mengapa kita perlu melakukannya sejak dalam kandungan karena secara medis,  diakui bahwa selama dalam kandungan sampai dengan bayi lahir, apa-apa yang masuk ke dalam janin, baik makanan halalan thayyibah maupun kata-kata dan aktivitas lingkungan shalihah (bi’ah shaihah) di sekitar bayi, akan berpengaruh bagi perkembangan jiwa, otak dan saraf janin.

    Beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam bidang perkembangan pralahir menunjukan bahwa selama berada dalam rahim, anak dapat belajar, merasa, serta mengetahui perbedaan antara gelap dan terang.

    Ketika umur kandungan telah mencapai lima bulan, maka instrumen indra anak dalam kandungan sudah potensial menerima stimulasi dan sensasi dari luar rahim, seperti indra peraba bayi sudah bisa merasakan sentuhan dan rabaan orang tuanya, indra pendengaran bayi sudah mampu mendengar, misalnya suara khas ibunya, dan indra penglihatan bayi sudah mampu melihat sinar terang dan gelap di luar rahim.

    Di sinilah perlunya melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut tadi, sebagai latihan edukasi pralahir, upaya memberikan stimulasi sistematis bagi otak dan perkembangan saraf bayi sebelum dilahirkan

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks