• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Membangun Diri Menjadi Sosok Guru Andal

    Membangun Diri Menjadi Sosok Guru Andal

     

     

    Oleh: @rochma_yulika

    Menjadi guru yang memiliki kompetensi harapan kita semua. Apalagi bangsa ini, membutuhkan hadirnya para guru yang andal sehingga negara kita maju dan bertumbuh. Maka guru sebagai agen perubahan harus senantiasa menempa diri. Guru adalah kunci kesuksesan proses belajar mengajar bagi para peserta didiknya. Dengan harapan, semakin berkualitasnya seorang guru, akan membawa hasil yang sangat signifikan terhadap keberhasilan para peserta didik.

    Guru merupakan komponen pendidikan yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2 yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    Arti pendidikan sendiri menurut Ki Hajar Dewantara adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat.

    Arti pendidikan juga tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara."

    Sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas diri ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.

    1. Menjadi guru yang aktif.

    Guru harus aktif untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitasnya. Tidak hanya mengajar dengan cara-cara lama tetapi aktif mencari informasi atau ilmu baru yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar.

    2. Menjadi guru yang berinisiatif.

    Setelah aktif melakukan banyak kegiatan seperti mendapat informasi baru, ilmu yang lebih kekinian dan tentunya aktivitas yang lebih akan membuat kita bertemu banyak orang. Sehingga muncul ide-ide segar. Membuat gagasan baru yang berkaitan dengan bagaimana mampu memajukan pendidikan nasional serta memajukan bangsa.

    3. Menjadi Guru yang kreatif.

    Ide segar tadi tak hanya dalam rancangan saja tetapi diejawantahkan dalam kegiatan yang nyata sehingga jelas hasil dari ide yang dilontarkan tadi. Kreativitas guru akan memacu pertumbuhan dan perkembangan dalam dunia pendidikan.

    4. Menjadi guru yang inovatif.

    Zaman terus berubah dan tantangan guru dalam mengimbangi kenyataan hidup semakin berat. Jika tidak mau belajar dan menyesuaikan diri bahkan mengupgrade diri akan tergilas dan tertinggal oleh lajunya zaman. Maka berinovasi serta memerbaiki mutu dari hasil kreasinya itu wajib. Karena akan kalah bersaing dengan orang lain yang memiliki kompetensi yang lebih. Terus berinovasi untuk karya terbaik sehingga eksistensi diri kita tak akan tenggelam.

    5. Menjadi guru yang pogresif.

    Suatu perubahan yang terjadi yang sifatnya maju, meningkat, meluas, berkelanjutan atau bertahap selama periode waktu tertentu baik secara kuantitatif ataupun kualitatif. Jadi guru yang progresif selalu ingin maju dan apa yang sudah jadi idenya ada peningkatan bahkan berharap bukan dirinya yang menikmati tapi justru kebermanfaatan untuk orang lain terutama peserta didiknya itu yang menjadi target. Pribadi yang progresif selalu mengembangkan dirinya, menambah wawasan, dan membangun jaringan agar potensi diri terasah dan terealisasikan untuk anak didiknya.

    6. Menjadi guru yang produktif. Seorang guru tak boleh hanya diam duduk berpangku tangan maka harus ada yang dihasilkan. Ada karya yang dipersembahkan untuk bangsa juga agama ini. Mendidik generasi terbaik itu menjadi mimpinya. Mengantarkan peserta didik menjadi berprestasi juga jadi targetnya. Baginya, kelak ketika tiada ada jejak kebaikan yang ditinggalkan dan tak hanya nama di batu nisan. Berbuat dan berbuat hingga akhirnya ada hasil nyata yang terbaik.

    7. Menjadi guru yang kualitatif.

    Menjaga kualitas diri dengan peningkatan amal,  karakter dan etos kerja akan menjadikan diri memiliki kapasitas yang mumpuni. Sehingga orang banyak akan melihat dirinya sebagai sosok yang bisa jadi panutan. 

    8. Menjadi guru yang prestatif.

    Sebagai guru setelah mampu berkarya harus siap bersaing. Guru prestatif mampu melakukan sesuatu dengan pikiran yang diwujudkan dengan memiliki nilai-nilai keunggulan, sehingga memperoleh penghargaan dari orang lain. Karya kita dihargai orang bahkan bisa menjadi referensi banyak orang.

    9. Menjadi guru yang kontributif.

    Guru yang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat atau siapa saja yang membutuhkan. Bisa jadi kontribusi disini adalah suatu usaha untuk memberikan dampak positif untuk kemajuan baik dirinya maupun khalayak.

    Wahai para guru lakukan yang terbaik karena semua kebaikan yang sudah kita lakukan akan menjadi jalan kemudahan menuju surga.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks