• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Mari Menjadi Lebih Baik

    Mari Menjadi Lebih Baik

     

    Oleh: @rochma_yulika

     

    Jika semakin direnungi, mengapa melakukan ibadah terkadang sulit untuk khusyu', hal itu bisa terjadi karena ada hal yang sia-sia kita saksikan. Pandangan mata tak dijaga, kebersihan hati diabaikannya, jernihnya pikiran tak diperhatikannya. Sehingga kekhusyu'an sulit dipelihara. Jangankan untuk melakukan ibadah dengan khusyu', ringannya langkah untuk segera menuju Allah saja sulit. Maka perlu mengevaluasi diri serta berusaha melakukan penjagaan atas sikap dan perilaku sehingga tetap selaras dengan ketetapan Allah.

    Kita dapati kisah para salafusshaleh yang selalu berusaha menjaga dirinya. Sebagai contoh adalah kisah tentang ibunda Imam Syafi'i. Ayahnya menyatakan bahwa bahwa beliau adalah wanita yang buta, tuli, bisu bahkan tidak bisa berjalan. Mengapa demikian? Beliau diibaratkan buta karena tak pernah melihat sesuatu yang oleh agama dilarang. Beliau dikatakan bisu lantaran tidak pernah berkata sesuatu hal yang bertentangan dengan ajaran Allah. Beliau dikatakan tuli, karena tidak pernah mendengar sesuatu yang penuh kesia-siaan. Beliau pun selalu berjalan ke tempat yang baik. Begitulah seorang yang terjaga seluruh jiwa dan raganya.

    Maka bukan hanya mampu melakukan ibadah dengan khusyu' tetapi akan memiliki kata-kata yang penuh hikmah, kemudahan beribadah, selalu bermuhasabah dan kita tahu generasi seperti apa yang telah beliau lahirkan. Dan kita tidak ragukan lagi tentang semuanya yang ada pada sosok Imam Syafi'i. Masya Allah.

    Di era sekarang ini banyak sekali pertanyaan, mengapa shalat tidak khusyu', mengapa nasihat tidak sampai ke hati anak, mengapa dakwah di keluarga berat? Dan masih banyak lagi daftar pertanyaan yang satu sisi ada baiknya. Karena kegelisahan akan hal yang tidak baik mulai ada sebagai wujud perenungan atas segala yang terjadi padanya. Ini awal yang baik. Karena banyak orang yang jelas salah atau tidak sesuai kaidah tapi tidak bertanya dan tidak menyadari kesalahannya.

    Ketika kegelisahan muncul maka perlu gigih memerbaiki diri. Memerbaiki hubungan dengan Allah. Terus berusaha meminta melalui doa. juga berupaya sekuat tenaga untuk menggapai ridla Nya melalui sujud dan dzikir ya.

    Ada salah satu percakapan seseorang dengan Abdullah Ibnu Mubarok. Saat itu ada yang meminta nasihat kepada Abdullah Ibnu Mubarok.

    “Nasehatilah saya..” Beliau (Abdullah Ibnu Mubarok) berkata:
    Tinggalkanlah pandangan mata yang tak berguna niscaya engkau akan dberi taufik untuk bisa khusyu’. Tinggalkanlah perkataan yang sia sia, niscaya engkau akan diberi hikmah. Tinggalkanlah makan yang berlebihan niscaya engkau diberi taufik untuk beribadah.

    Dan jauhilah sibuk memperhatikan aib kesalahan orang lain. Niscaya engkau bisa mendapati aib kesalahan dirimu sendiri."Masya Allah, beginilah seharusnya penjagaan kita. Nasihat itu berat tapi ada baiknya kita berusaha melaksanakan. Karena nilai itu bukan terletak pada hasil akhir namun seberapa gigih untuk berproses menjadi lebih baik. Bismillahi tawakaltu'alallah laa Haula wa laa quwwata Illa Billah.

     

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks