• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • True Story, Menikah Ibadah Sepanjang Hayat

    True Story, Menikah Ibadah Sepanjang Hayat

    Oleh Nashiroh S.Pd SD

     

    Ustadzah Hamida (bukan nama sebenarnya) adalah salah satu Ustadzah di SDIT Luqman Al Hakim Timoho. Beliau mempunyai penyakit miom pada rahimnya yang diketahui sejak kelas 4 SD. Dokter mengatakan Hamida tidak akan bisa mempunyai keturunan karena penyakitnya ini. Ibunda Ustadzah Hamida tentu sangat sedih. Namun kesedihannya tidak menyurutkan semangatnya untuk mendidik Hamida menjadi anak sholihah.

    Hamidapun tumbuh menjadi sosok wanita sholihah dengan pesona akhlaqul karimah yang luar biasa. Banyak pemuda sholih yang tertarik untuk meminangnya. Namun beberapa mundur teratur begitu mendapat informasi bahwa Hamida tidak akan bisa mempunyai keturunan karena penyakit yang dideritanya. Hingga pada suatu hari yang sangat bersejarah, datanglah pemuda sholih untuk meminangnya. Ketika diberikan informasi kepadanya bahwa menurut dokter Hamida tidak akan bisa mempunyai keturunan karena penyakit yang dideritanya, pemuda sholih ini tidak surut langkahnya untuk meminangnya. Aku hendak menikah bukan karena ingin mempunyai keturunan, tapi bagiku, menikah adalah menyempurnakan saparo agama. Menikah adalah ibadah sepanjang masa. Ummahatul mukminin yang diberi keturunan hanyalah Bunda Khadijah, dan tidak masalah bagi ummahatul mukminin yang tidak diberi keturunan. Mereka tetep konsisten beribadah kepada Allah. Ceees, subhanallah, mendapat jawaban yang luar biasa, membuat Ibunda Hamida menangis. Alhamdulillah ya Allah, telah Engakau kirimkan jodoh untuk anakku.

    Niat yang tulus untuk beribadah sepanjang masa kepada Allah membuat langit bergetar. Sekitar tiga tahun setelah menikah Hamida hamil dan melahirkan seorang putri yang cantik. Kemudian atas saran dokter Hamida menjalani oprasi pengangkatan miom dua tahun kemudian. Allahuakbar, dua tahun setelah oprasi, Allah menghadiahkan seoarang putri lagi untuk keluarga ini. MasyaAllah, semua atas kehendak Allah. Meskipun perkiraan dokter Hamida tidak akan bisa mempunyai keturunan, namun jika Allah berkehendak memberi keturunan, maka Allah tinggal berkata Kun Fayakun jadilah maka jadilah ia. Tentu ibunda Hamida sangat bersyukur, mendapat 2 cucu dari putri kesayangannya yang sama sekali di luar dugaan, surprise dari Allah untuk beliau.

    Begitulah kisah ini dituturkan kepadaku dengan mata berkaca-kaca. Barakallah Ustadzah, semoga ananda berdua menjadi putri-putri yang sholihah seperti Bundanya, aamiin.  

     

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks