• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Tour de Museum Kelas Super Esluha (bagian 3, end)

    Tour de Museum Kelas Super Esluha (bagian 3, end)

    Perjalanan dari History of Java Museum ke Museum Soeharto membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Menyusuri jalan aspal di tengah pedesaan, hawa semilir begitu terasa meski cuaca sangat terik. Pukul setengah 2 siang, rombongan dari Esluha dipersilakan duduk di pendopo dan segera disambut oleh pengelola museum. Siswa pun diajak dialog interaktif dan menyanyikan lagu “Guruku Tersayang” sebagai ungkapan terima kasih kepada guru (ustadz ustadzah) yang telah membimbing di sekolah dan mengajak para siswa berkunjung ke Museum Soeharto. Pengunjung pun diputarkan berbagai video menarik dan juga video tentang Presiden Soeharto yang bedurasi sekitar 9 menit.
    Museum Soeharto adalah adalah bangunan bersejarah berbentuk museum yang menyimpan memoar dan peninggalan-peninggalan Jenderal Besar TNI Soeharto yang diresmikan pada 8 Juni 2013 yang bertepatan dengan tanggal lahir Soeharto. Museum ini berdiri di atas tanah milik Soeharto yang terletak di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum Soeharto dibangun dan diresmikan oleh Probosutedjo (adik dari Soeharto) untuk mengenang jasa dan pengabdian Soeharto semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.


    Museum yang dibangun di atas lahan seluas 3.620 meter persegi menyimpan antara lain benda kenangan milik Soeharto sejak berdinas di kemiliteran hingga saat menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, termasuk berbagai prestasi yang pernah diraih semasa menjabat Presiden ke-2 Indonesia. Pengunjung dapat melihat berbagai diorama, foto-foto, juga berkeliling melihat rumah masa kecil Soeharto lengkap dengan sumur timbanya. Ruang diorama dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Pengunjung bisa menyaksikan roll film berisi dokumentasi visual gerak tentang perjuangan Soeharto. Selain itu juga terdapat diorama perjuangan ketika melakukan koordinasi dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman pada Serangan Umum 1 Maret 1949. Di dalam diorama ini ada penggambaran ketika Soeharto diundang oleh FAO di Roma tahun 1985 untuk mendapatkan penghargaan keberhasilan dalam swasembada pangan. 


    Siswa sangat senang sampai-sampai ada yang sambil bermain dan berlari-lari di sekitar halaman museum karena semilir angin yang tidak membuat tubuh gerah. O iya, di pelataran bagian depan museum, terdapat patung kerbau dengan anak kecil yang sedang menungganginya. Hal ini sebagai gambaran saat kecil dahulu, Soeharto sangat senang sekali memandikan kerbau di sungai.
    Tanpa terasa waktu asar pun tiba. Seluruh rombongan mengakhiri kunjungan dengan melaksanakan sholat asar. Akhirnya tour de museum kelas super Esluha tiba kembali di sekolah pada pukul 16.30. Benar-benar kunjungan yang fullday. Semoga banyak hal yang didapat dari perjalanan mengelilingi museum di Yogyakarta kali ini.

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks