• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Air Mata Ibumu

    Air Mata Ibumu

    Oleh : @rochma_yulika

    Wanita paruh baya yang menemani hidupmu, dialah sosok ibu.
    Tak mudah merangkai indahnya kalimat untuk mewakili perjuangannya.
    Sedari engkau dalam kandungan duhai anakku, perjuangan sudah dirasakan.
    Begitu pun pengorbanannya untuk membuatmu luar biasa.

    Menangis ibumu nak, ketika harus merasakan payahnya melahirkan.
    Menangis ibumu nak, ketika merasakan lelahnya menjaga ketika kau sudah dilahirkan.
    Menangis ibumu nak, ketika kau mulai tumbuh sedari tak bisa apa-apa hingga kau mampu berjalan.
    Dan masih terus menitik air mata ibumu hingga kau raih suksesmu.

    Anakku....
    Jika kau tau seperti apa rasa yang menggulana di hati ibumu kala tak mampu memenuhi hajatmu 
    Bahkan seperti apa perih yang tertahan ketika harus membuatmu tersenyum bahagia selayaknya anak seusiamu.
    Yang diinginkan ibumu hanya kamu bahagia.
    Walau kadang terselip khilaf atau amarah yang tak jadi kehendak ibumu. 

    Jika kau tau....
    Kala kau terlelap, ibumu pun memandangimu sembari menyelipkan doa untuk suksesmu.
    Kala kau berangkat menuntut ilmu doa senantiasa terlantun agar kau dapat ilmu yang penuh manfaat untuk masa depanmu.
    Kala malam sunyi, ibumu selalu menggelar sajadah untuk memanjatkan doa untuk keberhasilanmu.
    Sepanjang helaan nafas ibumu yang ada hanya dzikir untuk mengingat Allah agar ridla untuk memberikan karunia indah untukmu...

    Ketika kau dengan lembut menurut nasihat dan perintah ibumu, menitik air mata bahagia sembari mendoakanmu
    Ketika kau dengan keras membantah nasihat dan perintah ibumu, menangis terluka sembari berdoa agar kau jadi anak yang taat.

    Begitulah ibumu yang tanpa kau tau matanya selalu basah mengiringi jejak langkah hidupmu. 
    Hanya satu yang diharapkan yakni engkau jadi anak yang bahagia di dunia serta mulia di surga.

    Maafkan ibumu duhai anakku..
    Ketika terkadang permintaanmu tak terpenuhi.
    Maafkan ibumu duhai anakku...
    Ketika terkadang amarah tak tertahan lantaran beban yang dirasakan pun lelah yang tak terkira.

    Jadilah lebih baik dari hari ini duhai anakku...
    Doa dan air mata ibumu kan terus ada mengiringi perjalananmu.

    Semoga kalian menjadi anak yang berbanti, sukses meraih duniawi serta mampu menjadi hamba yang bisa menikmati indahnya karunia Ilahi di kehidupan Ukhrowi.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks