• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Melangitkan Doa Menjemput Karunia

    Melangitkan Doa Menjemput Karunia

    Melangitkan Doa Menjemput Karunia

    Oleh: @rochma_yulika

     

    Melangitkan harapan dengan doa. Menengadahkan tangan untuk meminta. Mengkhusyu'kan sujud kala menghamba. Merintih iba saat menghadap pada-Nya.Setiap manusia tentu punya keinginan. Adakalanya mudah mewujud menjadi kenyataan namun tak jarang harapan kita tak berjumbuh dengan apa yang dihadirkan.

    Maka yakinlah bahwa doa akan terjawab bagi hamba yang meminta sepenuh harap. Kadang Allah hadirkan seketika, namun untuk menguji kesabaran kita adakalanya Allah menunda hingga sampai pada kesempatan terbaik dan tepat. Allah sangat senang ketika hamba Nya meminta apalagi penuh iba. Oleh karena itu, ada beberapa tahapan untuk memulai sebuah doa agar rahmat Allah mudah sampai pada kita.

    1. Keimanan menjadi hal yang utama.

    Keyakinan kita yang utuh bahwa Allah akan berikan kepada hamba-Nya apa saja yang diminta. Perkara kapan waktu terkabulnya, hanya Allah yang mengetahui waktu terbaik dan tepat kapan karunia itu diturunkan. Kita berdoa tidak boleh mengenal bosan dan jemu atau kandas di tengah jalan. Kita berdoa bukan hanya sekali atau dua kali saja, tapi berulang-ulang. Bahkan dalam setiap keadaan yang kita paham saat itu boleh berdoa maka harus berdoa. Kita harus terus kuatkan keyakinan bahwa doa yang kita minta akan sampai kepada kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479.)

    1. Senantiasa memerbaiki ibadah.

    Ibadah merupakan bentuk komunikasi kita dengan Allah. Ibadah ini luas, tetapi ibadah yang secara langsung menyambungkan hati dengan Allah, seperti shalat itu bacaannya berisi doa, tilawah juga doa, dzikir berisi doa dan doa itu sendiri semuanya merupakan ibadah yang secara langsung berkomunikasi dengan Allah dan merupakan cara pendekatan diri dengan Nya. Begitulah ibadah yang dimaksud. Maka perbanyak ibadah merupakan sarana untuk manusia menyampaikan apa yang menjadi harapannya. Dalam QS Al-Baqarah Ayat 45

    "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu."

    Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir dari Nabi saw. bersabda: “Doa adalah ibadah. Dan Tuhan Kalian menyeru: Berdoalah kalian kepada-Ku, Pasti Aku kabulkan doa kalian.” Rasulullah saw. juga bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bakhil di antara manusia adalah orang yang pelit salam. Dan selemah-selemah manusia adalah orang yang tidak mau berdoa.”

    Diriwayatkan dari imam Ahmad, Bazzar dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid, dari Abu Said bahwa Nabi saw. bersabda: “Tiada setiap muslim berdoa dengan suatu doa, dalam doa itu tidak ada unsur dosa dan memutus tali silaturahim, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal; adakalanya disegerakan doanya baginya, adakalanya disimpan untunya diakhirat kelak, dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukan.” Para sahabat bertanya: “Jika kami memperbanyak doa?” Rasulullah saw. bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan doa).”

    1. Usaha sebagai jalan pencapaian.

    Ada upaya maksimal dari setiap hamba karena Allah ingin melihat kesungguhan seorang hamba. Allah ingin melihat bagaimana kita berlelah mengejar apa saja yang diinginkan. Bahkan bagaimana berusaha merayu Allah dalam waktu yang mustajab hingga lelah pun tak dirasa dan kantuk juga tak menghalanginya. Maka Allah berfirman dalam surah Ar Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

    Seberapa besar usaha kita, seberapa kuat kita melangitkan doa, seberapa lelah terkadang kita harus ruku' dan sujud disitulah Allah akan menilai.

    1. Tawakal sembari menunggu hasil akhirnya.

    Tawakal adalah berserah diri kita kepada Allah. Perasaan lemah dan tak kuasa harus ada. Hal ini tidak terlepas dari pandangan Islam tentang kemutlakan Allah atas segala yang terjadi di dunia. Allah lah pemilik takdir maka semakin menguatkan doa dengan kepasrahan harus kita lakukan.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut karena ia sedang meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan al-Albani dalam Shahih al–Jami’ no. 437)

    Bahkah Rasulullah pun mengajarkan bagaimana berdoa dengan menunjukkan ketidak berdayaan kita. Dari hadits Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa orang yang dirundung duka: Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau].” (HR. Abu Daud no. 5090, Ahmad 5: 42. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan karena mengingat adanya penguat.

    1. Bersedekah dan berakhlak mulia pada sesama.

    Berbaik-baik dengan sesama menjadi ciri muslim sejati. Apalagi diiringi dengan sedekah berupa apa saja. Yang jelas keinginan berbagi dan bersikap yang baik menjadi sarana agar doa dikabulkan. Allah senang dengan hamba Nya yang selalu berbuat baik. Dan ketika kita berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya kita sedang berbuat baik untuk diri kita sendiri.

    Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6021. Diriwayatkan pula oleh Muslim, no. 1005 dari hadits Hudzaifah]

    Tolonglah orang lain maka Allah akan menolong kita dari arah yang tak disangka-sangka.

    Ibnu Atha' berkata doa itu mempunyai 4 perkara agar tertunaikan yaitu:

    1. Pilar merupakan ikatan hati agar terkuatkan karena cinta. Pilar juga perwujudan iman yang kokoh kepada Allah.
    2. Sayap itulah keikhlasan agar terbang sampai kepada Allah. Sayap itulah yang akan menerbangkan doa kita melalui ibadah menuju Allah.
    3. Waktu itulah saat mustajab karena pasti ada waktu terbaik sehingga Allah akan ijabahi.
    4. Musabab dengan mengiringi shalawat. Perbanyak shalawat untuk Rasulullah sehingga Allah akan bershalawat untuk kita.

    Untuk sebuah keberhasilan

    Untuk sebuah kesuksesan

    Untuk sebuah kemuliaan

    Untuk sebuah keberkahan

    Untuk sebuah kelapangan

    Untuk kemudahan rizki

    Untuk kemudahan jodoh

    Untuk kemudahan amanah

    Untuk kemudahan belajar

     

    Yakinlah

    Setiap perjalanan akan berakhiran

    Setiap penantian akan sampai pada perjumpaan

    Modalnya iman yang tiada perselisihan

    Dan setiap harapan akan mewujud jadi kenyataan

    Bismillah

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks