• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Ujian Datang untuk Menakar Kadar Iman

    Ujian Datang untuk Menakar Kadar Iman

     

     

     

     

     

    Ujian Datang untuk Menakar Kadar Iman

    Oleh: @rochma_yulika

     

    Ujian datang untuk menakar kadar iman manusia.

    Seberapa ia akan selalu berkata bahwa setiap ketetapan tak lepas dari kehendak-Nya.

    Tak ada satu pun diantara kita yang terlewat dari ujian. 

    Karena setiap suasana akan dipergilirkan.

     

    Hidup tidak hanya selalu merasa bahagia.

    Ada saatnya diperjumpakan dengan duka nestapa.

    Banyak hikmah yang bisa dipetik ketika merasakan perihnya ujian.

    Lantaran dengan ujian kita akan bisa banyak bersyukur dengan karunia yang sudah didapatkan.

    Para bijak bestari mengatakan, tidaklah gunung nampak tinggi menjulang bila tak ada jurang yang dalam. Tidak pula rasa manis bisa kita kecap bila tak ada rasa pahit yang jadi pembedanya. Tidak pula nikmat sehat akan segera membuat kita bersemangat untuk taat bila tak pernah merasakan sakit yang membuat kita hanya bisa terbaring tak berdaya.


    Ujian dari Allah sudah disiapkan agar kita belajar menjadi manusia yang tegar.

    Ujian pula yang mendidik kita betapa indahnya arti bersabar.

    Dan dengan ujian membuat manusia terus bergerak untuk berikhtiar.


    Ujung dari peristiwa sudah ada batasnya.

    Hanya saja kita tak pernah tahu kapan berakhirnya.

    Kapan saatnya air mata menyusut pertanda diri semakin berlapang dada.
    Bila kita bertawakal, Allah pun akan mendatangkan pertolongan-Nya.

    Dengan cara yang mudah dan tak bisa diukur oleh kaca mata manusia.
    Bila Allah sudah berkata Kun fayakun, yang mustahil akan berubah menjadi nyata.

    Bagamaina kita harus bangkit dari ujian?

    1. Sadari bahwa semua sudah jadi titah Illahi.

    2. Ridha menerima dan siap menjalani.

    3. Sabar dan terus berikhtiar.

    4.  Beraktivitas untuk mencari kesibukan agar sedikit terlupa dari masalah yang ada.

    5. Perbanyak doa dan mendekat kepada Allah.

    6. Bertaubat dari segala kesalahan yang disadari ataupun tidak.

     

    Dalam riwayat At Turmidzi, hadis itu disempurnakan dengan lafadz sebagai berikut,''Dan sesungguhnya Allah, jika Dia mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Jika mereka ridha, maka Allah ridha kepadanya. Jika mereka benci, Allah membencinya''. Kecintaan Allah kepada hamba-Nya di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Kecintaan Allah pun bisa berbentuk musibah.

    "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."









     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks