• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Bercermin dari Luqman Al Hakim

    Bercermin dari Luqman Al Hakim

     

     

    Oleh: @rochma_yulika

    Generasi seperti apa yang hadir di belakang kita? Tanggung jawab kita lah sebagai orang tua untuk mengukir jiwa raga generasi di belakang kita supaya menjadi manusia yang berkualitas.Untukmendidikgenerasi di belakangkita, kitabisa bercermin dari kisah Luqman Al Hakim tentangbagaimana beliau mendidik putranya. Beberapa hal yang sudah diajarkan oleh Luqman sehingga lahir generasi terbaik bisa dapati inspirasinya dalam Qur’an surat Luqman ayat 12-19.

    1. Ayat 12

                        وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

    Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

    Kisah Luqman yang bijaksana memberi nasihat kepada anaknya tentang pentingnya syukur atas segala yang didapati dalam kehidupan. Syukur itulah yang menjadikan hidup kita bertambah berkah. Setiap yang kita terima tak selalu sama dengan yang kita harapkan. Kita ajarkan anak selalu mengucap alhamdulillah. Kita ajak dialog anak penuh kasih sayang dan menjelaskan tentang keagungan Allah yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita sejak terlahir di dunia hingga saat ini masih bisa menghirup segarnya udara, menatap indahnya dunia dan mengecap segala karunia yang sudah diturunkan untuk manusia.

    Kita ajarkan kepada anak dari hal yang sederhana seperti bagaimana kita setiap saat kita bisa bernafas lega. Coba saja sesekali anak kita ajak menengok teman atau kerabat yang sakit. Tunjukkan ketika ada tabung oksigen di sebelah pasien. Kita jelaskan berapa harga per tabung untuk membantu pasien agar bisa bernafas. Sudah seharusnya kita terus mengajak anak kita untukmensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan. Dengan secara kontinyu kita ajarkan bagaimana indahnya bersyukur, insyaAllah generasi di belakang kita akan terjauh dari kufur. Karena kita paham jika kufur maka azab Allah nyata adanya. Seperti dalam QS Ibrahim ayat 7. Sedangkan bila bersyukur makanikmat Allah sudah disiapkan untuk kita.

    2. Ayat 13

    وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 

    Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

    Masalah tauhid adalahhal yang sangat penting maka kita harus menanamkan sejak dini dan membimbing anak untukmenjauhkan diri dari syirik. Kita juga harus mengenalkan bahaya syirik pada anak kita. Bahkan tidak akan pernah masuk surga orang yang meninggal dalam keadaan syirik. Bentuk aktivitas syirik yang ada di sekitar kita. Hal ini perlu ditunjukkan secara nyata, misalkan ada beberapa tempat yang dianggap keramat akan ditemui bunga, kemenyan dan lain sebagainya untuk memuja makhluk ghaib.Selain mengenalkan secara real masalah keesaan Allah, kitajugabisa ajarkan melalui lagu, cerita atau apa saja sesuai dengan kreativitas orang tua sehingga internalisasi nilai mudah untuk dipahami oleh anak kita.

    3. Ayat 14

    وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ 

    Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

    Perintah untuk berbakti kepada orang tua ketika masih hidup harus diajarkan karena Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada keduanya. Tak pernah terbalas apa yang sudah diperjuangkan oleh ayah ibu kepada anaknya karena orang tua lah yang menjaga dan merawat anak sedari kecil bahkan memenuhi segala kebutuhannya.Lelah pernah dirasakan, bahkan kesulitan kala mendampingi buah hatinya tak dipedulikan. Yang terpenting adalah bagaimana sang anak dalam keadaan yang layak tanpa kurang suatu apa pun.

    Ingatkan terus ketika anak mulai membangkang. Banyak kisah tentang anak durhaka yang bisa diceritakan dan diambil pelajaran. Bahkan sesekali kita perlu ajak takziyah ketika ada yang meninggal di usia muda dan ajak berempati sekiranya mengalami hal yang sama yakni orang tua tiada dan dirinya masih kecil.

    Beberapacara di atasbisamenjadi alternatifsarana untuk menghadirkan rasa kasih sayang anak terhadap kedua orang tua mumpung mereka masih hidup. Ada pula cara lain untukmenumbuhkan sikap berbakti yakni membacakan kisah keteladanan dari salafusshalih atau kisah inspirasi yang membuat hati sang anak terketuk untuk berbaktikepada orang tuanya.

    5. Ayat 15

    وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 

    Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

    Ajarkan kepada buah hati untuk mengikuti jalan orang-orang yang telahdiberikanpetunjukoleh Allah. Banyak tantangan dangodaan kemaksiatandalam kehidupan sehinggakitaperlumengajarkan anak-anak untuk mengikuti jalan orang-orang yang berada dalam kebenaran yakni berpegang teguh pada prinsip Illahiyah yang akan mengantarkan mereka pada jalan keselamatan.

    Orang tua pun adalah manusia biasa yang sangat mungkin sampai pada ketergodaannya yakni menyimpang dari ajaran kebenaran. Maka jika seorang anak sudah teguh meniti jalan Allah, ia mampu menyelamatkan dirinya danjugasanggup mengajak orang tuanya kembali ke jalan Allah atas pertolongan Nya.

    6. Ayat 16

    يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ 

    “(Luqman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti.”

    Allah Maha Melihat apa yang kita perbuat. Ketika tak seorang pun tahu apa yang sedang dibicarakan dengan seseorang dalam tempat yang tersembunyi sekali pun, Allah tetap melihat dan mendengar.Bahkan apa yang sedang terbetik dalam hati dan terlintas di pikiran pun Allah bisa mengetahui.

    Kita perlu menjelaskan kepadaanaktentang luasnya ilmu Allah Subhaanahu wa Ta'aala, menanamkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah Subhaanahu wa Ta'aala) ke dalam diri anak, danmengajarkan anak akhlak yang mulia serta mengingatkan kepadanya agar menjauhi akhlak tercela.Jika halinisecara terus menerus kita sampaikan, semoga ada jalan kemudahan untuk anak kita memahaminya. Tentunyakitajuga berdoa yang tiada putus sehingga Allah berkenan mengabulkan.

    7. Ayat 17

    يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ 

     

    Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

    Sebagai orang tuakitaharus mengajak anak untuk mendirikan shalat. Shalat itu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seluruh umat Islam sejak mereka baligh. Orang tua mempunyai peran dalam mendidik anak dari sisi ta’abudiyah yakni penghambaan diri kepada Rabbnya. Hal inidiperkuat dalam Al Quran surat Adz Dzariyat dikatakan bahwa “Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah.”

    8. Ayat 18

    وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (١٨

    Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

    Dalamnayat ini, Luqman memberikanteladanuntukmembimbing akhlak anak agar tidak bersikap sombong. Jangansampianak merasa lebih hebat dari orang lain sehingga mudah sekali meremehkan kekurangan orang lain. Sebagai orang tua wajib menunjukkan ayat atau kisah yang berkaitan dengan sifat sombong. Perlujugauntuk menyampaikan balasan di dunia dan akhirat dari sifat sombong tersebut.

    Kita bisaajak anak kita melihat luasnya langit, betapa luas kuasa Allah dan betapa kecil diri ini. Bisa juga diajak ke laut, gunung dan tempat-tempat yang bisa dijadikan kegiatan tadabur alam dan bertafakur. Kita bimbing mereka untuk merenungi segala yang ada di dunia dan hanya Allah lah yang berhak sombong sementara kita tak bisa apa-apa kecuali atas pertolongan Nya.

    9, Ayat 19

    وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ 

    “Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”.

    Yang terakhiradalahkitaharus mengajari anak untuk bersikap lembut dan merendahkan suara, berbicara santun kepada sesama, dan berlemah lembut sehinggaakan kelihatan seperti apa akhlak mulia mereka.Melarang ketika anak berteriak tidak cukup karena kunci utama pendidikan anak adalah keteladanan. Sudah semestinya kita biasakan bicara pun tidak dengan suara keras apalagi berisi kemarahan. Untuk penerapannya kita bisa beri reward bila anak mampu mengendalikan diri dari bersuara keras apalagi mengganggu orang lain. Selain itu pilihan kata yang baik juga diajarkan sehingga sang anak terhindar dari berbicara kotor.

    Jika kita cermati seperti apa Luqman Al Hakim mendidik anaknya, yang utama kita berikan kepada anak-anakkitaadalah perhatian, kasih sayang, ketulusan, pengorbanan dan hal baik yang kita punya untuk menyiapkan generasi pilihan. Marikita mohon pertolongan Allah yang tiada jeda agar terpenuhi harapan kitaatas anak-anak kita

    . Wallahul musta’an….

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks