• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • Membangun Habit Beramal Shalih Dalam Keluarga

    Membangun Habit Beramal Shalih Dalam Keluarga

     

     

    Oleh: @rochma_yulika

    Harapan sehidup sesurga bersama keluarga kelak akan terwujud nyata ketika amal shalih kita wariskan kepada anak cucu kita. Setahap demi setahap harus diusahakan bila ingin semua yang kita harapkan menjadi nyata. Hal ini sangat mungkin dirasa berat karena membimbing anak dengan resep yang sama hasilnya bisa berbeda apalagi dengan adanya latar belakang yang beraneka ragam akan menghasilkan karakter anak yang berbeda pula. Apalagi jika memang Allah sedang menguji kita dengan perilaku anak-anak kita. Dengan demikian, orang tua perlu modal dalam membentuk karakter anak agar mampu beramal shalih antara lain sebagai berikut.

    1. Keimanan yang kokoh kepada Allah.

    Menggenapkan rasa percaya kepada Allah, menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah dan tentu mewariskan keimanan. Tak mungkin kita mudah beramaliyah tanpa pertolongan Allah azza wa jalla. Maka kita diharapkan selalu berkata laa haula wa laa quwwata illa billah. Mengokohkan iman memang tak mudah sehingga harus terus kita perjuangkan. Tentunya kita tahu bahwa iman akan bertambah seiring dengan ketaatan serta akan berkurang sejalan dengan banyaknya kemaksiatan.

    2. Ketaqwaan yang senantiasa diperbaiki.

    Taqwa tak hanya bagaimana kita mampu menjalankan dengan baik apa yang diperintahkan oleh Allah tapi juga adanya rasa khawatir akan masa depan aqidah anak kita. Maka Nabi Ya’qub pun bertanya kepada putranya ketika ajal menjelang

    أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ                  

    3. Memperbanyak doa dan dzikir untuk penjagaan anak-anak kita.

    Ketika kita menjaga Allah niscaya Allah akan menjaga kita. Kita mengharapkan Allah menjaga kita dengan memanjatkan doa-doa. Doa yang kita sebut-sebut terutama untuk anak kita dengan harapan menjadi generasi yang senantiasa menjalankan ibadah baik yang wajib juga yang sunnah. Dalam hal ini, ibadah sunnah tidak hanya sekedar apabila kita lakukan dapat pahala dan bila tidak tak apa-apa. Sunnah itu ibadah yang harus diperjuangkan dan disitulah kadar keimanan seseorang akan terukur.

    Fasta’inu bisshabri wasshalah. Kita meminta pertolongan dengan sabar dan shalat. Kita ingat nasihat ulama syekh Sayyid Ibnu Musayyib yang berkata,” Setiap aku ingat anakku maka aku tambah rakaat shalatku.” Kita pun harus berdoa yang salah satu doanya ada dalam surat Al Baqarah sebagai berikut.

     بَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ                                

     “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” Atau juga bisa dengan doa “Rabbij’alni muqimassholat wa min dzuriyati, rabbana taqabbal dua’ yang artinya “Ya Rabb jadikan anak keturunanku adalah anak-anak yang menjaga shalatnya, Ya Tuhanku Engkaulah Maha Pengabul Doa.”

    4. Memberikan keteladanan dengan nasehat yang bijak.

    Qoulan sadida sebuah perkataan bijak yang berat. Kata-kata bijak dari orang tua yang dekat dengan Allah inilah akan dituruti oleh anak-anaknya. Dalam hal ini, keteladanan termasuk selalu melakukan yang terbaik. Qudwah terbaik dari seorang anak adalah orang tua mereka. Sejak kecil orang yang dekat dan dilihat segala aktivitasnya sehingga mereka akan mencontoh keshalihan orang tuanya. Oleh karena itu sebagai orang tua kita sangat perlu terus menjaga amal shalih.

    ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk amalan sunnah.”             

    5. Kesabaran dalam menjalani setiap fase perubahan.

    Menanti hasil memang membutuhkan kesabaran dan membutuhkan ruang yang lapang di hati karena mengubah jiwa anak perlu banyak cara dan waktu yang tentu tak singkat. Oleh karena itu, kesabaran orang tua harus tak berbatas karena keinginan dan harapan anak-anak menjadi generasi berkualitas pasti akan berjumpa dengan ujian.

    6. Keridlaan atas segala ketetapan Allah

    Bagaimana pun anak adalah anak. Terkadang Allah hadirkan kesulitan untuk menguji kadar keimanan kita. Maka ketika kita berkata,” Ya Allah aku ridla atas ketetapan Mu,” InsyaAllah masalah akan teringankan, kesulitan akan berganti kemudahan dan kesedihan akan berbuah keajaiban.

    Demikianlah 6 modal bagi orang tua dalam membentuk karakter anak agar mampu beramal shalih sehingga tercipta keluarga dengan habit amal shalih yang sangat luar biasa. Semoga Allah mampukan kita untuk mewujudkannya, aamiin ya Rabb…

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks