• SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta
  • 0274-542928
  • esluha.sekolahku@gmail.com

BERITA

  • MENDULANG PAHALA DARI SANDAL

    MENDULANG PAHALA DARI SANDAL

    Oleh Nasiroh, S.Pd.SD

    Sahabat yang dirahmati Allah, Di dalam Al Qur’an surat Adz Dzariat ayat 56 Allah SWT berfirman

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.

    Pada ayat tersebut bermakna bahwa misi diciptakannya jin dan manusia hanya satu, yaitu untuk beribadah kepada Allah semata.Nah, di bulanRamadhan yang penuhberkahinipastisemuaumatmuslimberlomba-lombauntukmelakukanibadah. Sahabat Bee, sebenarnyaapaituibadah?

    Ibadah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Allah yang didasari peraturan agama.Ibadah secara bahasa(etimologi) bermakna merendahkan diri serta tunduk.Sedangkan menurut syara’(terminologi), ibadah bisa bermakna 3 macam, yaitu:

    1. Taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan Rasul-Nya.
    2. Merendahkan diri kepada Allah dengan tunduk yang paling tinggi yang disertai dengan rasa mahabbah(kecintaan) yang paling tinggi.
    3. Sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin.

    Berdasarkan dimensinya, ibadah dibagi menjadi 3, yaitu:

    1. Ibadah hati, contohnya adalah rasa khauf (takut), raja’(mengharap), tawakkal(ketergantungan), dan sebagainya.
    2. Ibadah lisan, contohnya adalah mengucapkan tasbih, tahlil, tahmid, dan sebagainya.
    3. Ibadah anggota badan, contohnya adalah shalat, jihad fi sabilillah, menolong orang yang jatuh, dan sebagainya.

    Sahabat, ibadah dalam Islam berdasarkan ruang lingkupnya terbagi menjadi dua, yaitu ibadah mahdhah dan ghoiru mahdhah yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

    1. Ibadah Mahdhah. Ibadah mahdah, bisa disebut juga ibadah khusus, yaitu ibadah yang telah ditetapkan ketentuan, tata cara, dan perinciannya oleh Allah. Hal tersebut dijelaskan melalui penjelasan yang telah terdapat di dalam Al Quran dan Hadist. Jenis ibadah yang termasuk ibadah mahdah adalah wudhu, tayamum, mandi besar, solat, puasa, haji dan umroh. Ibadah mahdah memiliki empat prinsip, yaitu keberadaannya harus berdasarkan dalil perintah dalam Al Quran maupun As-Sunnah, tatacaranya harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah, bersifat di atas jangkauan akal, dan azasnya adalah taat.
    2. Ibadah Ghoiru Mahdah, Ibadah ghoiru mahdah, atau bisa disebut juga ibadah umum, yaitu semua perbuatan yang diizinkan oleh Allah dan mendatangkan kebaikan serta dilaksanakan dengan niat yang ikhlas karena Allah. Ibadah ini dilakukan tidak hanya menyangkut hubungan dengan Allah, tetapi juga berkaitan dengan sesama manusia dan lingkungannya. Ibadah ini memiliki bentuk yang umum sekali, yaitu berupa aktivitas kaum muslimin yang halal dan didasari dengan niat mencari ridho Allah. Ibadah yang termasuk ibadah ghoiru mahdah, yaitu belajar, dzikir, tolong menolong, dan lain sebagainya.

    Sahabat yang dirahmati Allah, Salah satu kegiatan yang biasanya dianggap sepele tetapi sebenarnya bisa bernilai ibadah adalah memakai sandal. Memakai sandal termasuk ibadah ghairu mahdhah dan dimensi ibadah yang dilakukan anggota badan. Sebagaimana hadits Nabi,“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya.” (HR. Bukhari 168)

    Dalam redaksi muslim dikatakan, “Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci.”

    Yang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandal adalah memasukkan kaki kanan terlebih dahulu baru kaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam  bersabda,

    إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِيْن وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِتَكُنِ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

    “Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

    Sahabat yang dirahmati Allah,Berikut ada beberapa tips mendulang pahala dari sepasangsandal yang bisa kita lakukan. Misalnya ketika kita akan masuk masjid atau rumah, kita bisa melakukan bebera pahal berikut.

    1. Lepas sandal kaki kiri kemudian injak sandal kaki kiri.
    2. Lepas sandal kaki kanan.
    3. Masuk masjid mendahulukan kaki kanan diikuti kaki kiri.

    Sedangkan ketika kita akan keluar masjid atau rumah, bisa melakukan hal berikut.

    1. Turunkan kaki kiri dahulu kemudian injak sandal kaki kiri.
    2. Turunkan kaki kanan, pakai sandal kaki kananbarukemudian pakai sendal kiri.

    Agak repot memang di awal kalau belum terbiasa, tapi kalau sudah terbiasa, insya Allah akan terasa nikmatnya. Betapa Maha Pemurahnya Allah SWT, melepas dan memakai sendalpun bisa menjadi peluang pahala. Ada yang bilang “itu cuma sunnah, jadi tidak dilakukan juga tidakapa-apa.”Diganti yuk pendapat semacam itu,“Itu sunnah kan?Rugilah kalau kita tidak melakukannya.”

    Sahabat, tunggu apa lagi. Mari raih pahala Ramadhan kita dengan menambah point dari adab memakai dan melepas sendal. Selamat mencoba, semoga sukses

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks